4 Feb 2012

Temani aku hingga ke surga

1 Comments



Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya, dengan kebersamaan. Tapaki perguliran pagi, siang, petang dan malam, yang penuh liku, dengan persahabatan dalam keimanan. Di dunia ini, kita harus saling berpegangan tangan. Harus. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Karena, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (Qs. An Nisa:28)

Saudaraku,
Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang aakan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat. Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasar iman dan takwalah yang abadi. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Qs. Az Zukhruf: 67). Ibnu Katsir mengatakan, “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan." Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya, yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.


Saudaraku,
Merenunglah. Siapa orang-orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dalam hidup dan hati kita? Siapa orang yang menghiasi ingatan kita? Siapa orang yang menemani langkah-langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di akhirat sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. "Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Salah seorang di antara keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dengan surga. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu in berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya fulan adalah teman akrabku, dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau memperlihatkan kepada-nya kenikmatan yang Engkau berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku," Maka Allah berkata kepadanya, "Pergilah, seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya pasti engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. “

Kemudian teman akrabnya itu meninggal dan ruh mereka bertemu. Dikatakan pada mereka, “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian." Maka masing-masing mereka mengatakan, “Dia adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat…." Duhai indahnya. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan.

Saudaraku,
Banyak kisah-kisah yang ditinggalkan para salafushalih tentang keadaan mereka setelah meninggal dunia. Di antaranya disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Ar-Ruh. Abdullah bin Mubarak mengatakan, “Aku mimpi bertemu Sufyan Ats Tsauri beberapa hari setelah ia meninggal dunia. Aku bertanya padanya, “Apa yang Allah lakukan terhadapmu sekarang?" Ia menjawab, “Aku bertemu Muhammad dan pasukannya..”

Dalam kisah lain, Ibnu Abid Duniya menyebutkan sebuah riwayat dari Yaqzhah binti Rasyid yang bercerita, “Marwan Al Mahlamy adalah tetanggaku. Dulu dia seorang hakim  dan bersungguh-sungguh dalam ibadah ketika meninggal dunia aku menangkap kegembiraan yang terpancar dari mukanya. Tak berapa lama setelah itu aku mimpi bertemu dengannya, seperti layaknya mimpi yang terjadi dalam tidur. Aku bertanya, “Wahai Abu Abdullah apa yang Allah lakukan terhadap dirimu.“ Ia menjawab, “Allah memasukkan aku ke dalam surga," jawab-nya. “Kemudian apalagi?" “Aku dipertemukan dengan golongan kanan," jawabnya. Kemudian apa lagi?" “Aku dipertemukan dengan orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah." Aku bertanya, "Siapa orang yang engkau lihat di sana?” tanyaku. “Aku melihat Al Hasan bin Sirrin dan Maimun bin Sayyah,” jawabnya.

Seperti itulah keadaan mereka setelah meninggalkan dunia. Bertemu dengan orang-orang yang dahulunya menjadi teman dan penghias hari-hari mereka. Orang-orang shaleh yang menjadi ingatan mereka dalam hidup. Mereka itulah yang akan menemaninya di alam akhirat.

Saudaraku,
Hati-hatilah menyusuri jalan kebersamaan dengan orang-orang shalih. Waspadalah untuk tidak melakukan penyimpangan, yang membuat kesenjangan diri kita dengan mereka. Salim bin Abi Ja’ad mengatakan bahwa Abu Darda pernah berkata, "Hendaklah seseorang berhati-hati bila ia dibenci oleh hati orang-orang beriman dari arah yang tidak ia sadari.” Kemudian sahabat Abu Darda bertanya, “Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan kata-kata itu?” Salim mengatakan bahwa ia tidak mengerti. Abu Darda menjelaskan, “Yaitu seorang hamba bermaksiat kepada Allah dalam keadaan sendiri lalu Allah menghunjamkan kemarahan-Nya dalam hati orang-orang beriman tanpa ia sadari.” (Al-Hilya: 1/215)

Kemarahan hati orang beriman, adalah kesengsaraan. Kebencian orang-orang yang beriman adalah pangkal kesempitan dan penderitaan. Karena merekalah sebenarnya yang dapat mengubah dunia dengan segala permasalahannya menjadi indah. Mulut-mulut merekalah yang menuangkan nasihat dan membicarakan kalimat demi kaiimat yang dapat menentramkan hati. Lidah-lidah merekalah yang menyiram hati kita untuk senantiasa berada dalam keridhaan dan tidak terlalu jauh menyimpang dari ridha Allah SWT. Tangan-tangan merekalah yang menuntun kita. Telapak tangan merekalah yang tertengadah di malam sunyi dan gelap malam hingga memberi kekuatan iman dalam diri kita. Ingatlah sabda Rasulullah tentang do’a seorang mukmin di tengah malam yang dijamin diterima Allah SWT.

Saudaraku,
Bersahabat dengan mereka, akan mendekatkan kita pada Allah. Dan ketaatan kita pada Allah, juga akan mendekatkan kita pada mereka. Ibnu Asakir meriwayatkan, Abu Darda‘ menulis surat pada Maslamah bin Makhlad. "Seorang hamba jika ia telah berbuat kebajikan untuk taat kepada Allah, maka Allah mencintainya. Bila Allah telah mencintainya, Allah akan menjadikan makhluk cinta padanya. Dan bila ia bermaksiat pada Allah, maka Allah akan memarahinya. Bila ia telah dimarahi olehNya, Maka Allah akan menjadikan seluruh makhluk benci padanya." (Al Kanz, 8/255)

Semoga Allah menghimpun kita dalam golongan orang-orang yang mendapat ridha-Nya di akhirat. Amiin Allahuma amiin.

30 Jan 2012

Seloka 5 Iltizam

0 Comments

‎5 iltizam nama diberi ,
Terkenal dengan kelas tersunyi ,
Ku sangkakan kipas berputar sendiri,
Rupanya wujud pelajar di sini .


Suara lunak kacak orangnya,
Bila bercakap tenganga semua,
Cukup terkenal PSI bidangnya,
Anas mat naim penglipur lara.

Pembekal makanan itu kerjanya,
Bila berfakta dialah orangnya,
Kebersihan itu sentiasa terjaga,
Ziyaadi Al- Hatim prihatin orangnya.

Hebat berdebat mengeluar kata,
Subjek diniyah serahkan saja,
Orangnya mesra senyum tertawa,
Ammar Ismail diberi nama.

Amerika sudah Korea pun sudah,
Puas melancong penat berkelah,
Bakat terpendam sudah terselah
Pendebat tersohor Muhammad Huzaifah.

Jangan digangu konsentrasi,
Jiwa penuh puitis dan puisi,
Sangat berwawasan modal insani,
Farhan Hazman pencetus visi.

Pendiam orangnya kelu berkata,
Sekali bicara berhentinya tiada,
Pakar melawak seantero AsPuRa,
Ridhwan Razali terkenal orangnya.

Budak pintar itu gelarannya,
Gemar membaca novel pilihannya,
Suka bergaul ramah dan mesra,
Muhammad Danial salam bermula.

Pakar agama itu bidangnya,
Ibadah itu tunjang imanya,
KUat menghafaz Al-Quran dibaca,
Saifullah Azhar ustaz ternama.

Muka suci senyum tak lekang,
Bicara manis semanis tualang,
Menjadi pemimpin tulang belakang,
Wan Abd Rahman yang cemerlang.

Aku macho siapa tak kenal,
Semangat membara bejiwa kental,
Imej terjaga penampilan kekal,
Ihsan Ismail marilah mengenal.

Berjiwa besar bercita nurani,
Sungguh cekal lagi berani,
Pemimpin ummah insan - insani,
Zahin Tahir pemimpin generasi kini.

Gemar bermadah suka bersatera,
Sajak puisi memang bidangnya,
Gemersik cinta pada bahasa,
Irsyad Zaini penulis terkemuka.

21 Dec 2011

M.E.R.E.K.A

0 Comments


Kami UNIQUE


Mereka HEBAT


Mereka BERBAKAT


Mereka CERIA



Mereka BAHAGIA

Percayalah REALITI tidak akan pernah bertukar menjadi FANTASI, Kita adalah Kita, percaya atau tidak kita tidak akan pernah dapat menjadi Superman mahun Spiderman apatah lagi Catwoman. 

If You Truly Love Them, You Would Let Them Go ! 
Semoga Ukhuwwah Kita Berpadu Hingga Ke Syurga

15 Dec 2011

Markah KoKurikulum Pelajar Tingkatan 5 2011

0 Comments



KAMI paling UNIK

1 Comments


SPM menjadi pelabuh tirai zaman persekolahan yang penuh saat suka dan duka kita bersama,jangan pernah lupa akan sahabatmu. Sentiasalah kenang aku dalam doamu ! 

5 ILTIZAM 2011

5 IMTIAZ 2011

5 IFTIKHAR 2011

5 IKHLAS 2011


Semuanya tentang KAMI 
Makan bersama KAMI 
Belajar bersama KAMI
Solat bersama KAMI
Sukan bersama KAMI
Syura bersama KAMI
Menangis bersama KAMI

Segala- galanya tentang KAMI 
[BATCH 13 - Generasi Unik]

5 Sep 2011

Komsas

0 Comments

Di sini terdapat sinopsis2 komsas

http://bm.cemerlangbm.com/

3 Sep 2011

Empat Unsur Kecemerlangan Diri

0 Comments


Jasad:-
Jasa ialah bentuk fizikal manusia. Amalan hidup yang sihat amatlah penting untuk merangsang jasad. Kita tahu akan kewujudan jasad apabila kita berasa sakit akibat terluka dan sebagainya. Dorongan emosi negative yang berlebihan akan membuatkan kita tertekan dan mewujudkan pelbagai jenis penyakit seperti migraine, sakit jantung dan darah tinggi. Kajian menunjukkan orang yang tidak memperolehi ketenangan diri dari segi rohani, mental dan emosi mempunyai jasad yang tidak sihat dan mudah terdedah kepada penyakit.

Emosi:-
Emosi merupakan aspek perasaan yang berhubung rapat dengan minda dan rohani. Emosi wujud daripada pemikiran yang mencetuskan perasaan dan kemudian membentuk perilaku. Emosi mampu dirangsang dengan adanya sifat- sifat positif iaitu sabar, tabah, tiggi daya tahan, dan sebagainya.

Minda:-
Minda berkait rapat dengan keseluruhan diri, emosi, dan jasad kita. Walaupun kita mengenali otak sebagai organ yang mencetuskan idea dan pemikiran, tetapi ia sebenarnya tidak terhad kepada fungsi itu semata- mata. Para penyelidik Barat tidak dapat mendefinisikan dengan sebenar- benarnya maksud minda. Tetapi kita boleh definisikan minda sebagai pembentuk diri dan ingatan yang diasaskan oleh otak ( hardware ) dan minda separa sedar ( subconscious ) yang berfungsi secara total.

Rohani:-
Rohani ialah unsur yang paling penting dalam diri manusia. Tuhan telah menghidupkan kita dengan meniupkan roh ke dalam jasad kita. Apabila manusia menemui ajalnya, asa akan hancur tetapi roh akan kekal selama- lamanya.

Pendekatan Kecemerlangan Akedamik Bijak Belajar

0 Comments



1. Bijak menentukan pendiriran:-

Berapa pun A yang diperolehi ( semua A beberapa Aataupun tiada A dalam SPM saya sendiri yang menentukannya bukan orang lain.

2. Bijak menguasai pelajaran:-

Bagi menguasai sesuatu subjek, saya mesti mengamalkan sepenuhnya strategi S.A.T.U.

3. Bijak menetapkan matlamat peperiksaan:-

Seperti pelajar yang lain, saya perlu ada matlamat SPM yang khusus dan mencabar.

4. Bijak mengurus masa yang terhad:-

Dahulukan atau utamakan aktiviti yang memberi sumbangan terbesar kepada matlamat. Manfaatkan 100 % masa belajar di sekolah dan selepas sekolah.

5. Bijak mempupuk semangat kemenangan:-

Saya mesti sentiasa meyakini bahawa selagi saya berusaha saya tetap berpeluang untuk meraih kejayaan.

6. Bijak bertindak sehinggah berjaya:-

Usaha yang bersungguh- sungguh dan segera secara konsisten ( berterusan ) dari awal yang boleh menjamin kejayaan seseorang pelajar.


Lima perkara yang mesti dibuat tiap- tiap hari.

1. Ibu kunci kejayaan akademik ialah faham, untuk kuasai setiap subjek mesti faham

2. Guna hujung minggu:-
     Hari sabtu:- gunakan untuk ulang kaji semua tajuk yang telah diajar oleh guru 
     seminggu yang lalu
     Hari ahad:- Gunakan untuk buat persedian awal.

3. Bagi memotivasikan diri untuk belajar bersungguh- sungguh mesti ada matlamat
     belajar yang khusus dan mencabar. Maklumat berkenaan mensti dirujuk tiap- tiap
     hari.

4. Put First Thing First,  saya mesti utamakan aktiviti penting ( memberi sumbangan
     terbesar kepada matlamat ) dan hentikan pembazairan masa.

5. Sebelum saya boleh mendapat A salam setiap subjek, saya mesti nampak A dalam
     subjek berkenaan dalam fikiran saya terlebih dahulu.